Minggu, 23 Desember 2012

Serat Nanas Pengganti Bahan Tekstil


Anda semua pasti tahu dan mengenal apa itu buah nanas dan pasti anda juga sering mengkonsumsinya tetapi tahukah and atentang manfaat lain dari nanas tersebut?, namun sudahkah anda tahu bahwa serat dari buah nanas (agave cantula roxb) tersebut dapat dimanfaat untuk bahan baku utama untuk kerajinan tas, dompet, kuas, tali, sapu, dan lain-lainnya? Tetapi sebenarnya tanaman nanas tersebut bukanlah tanaman yang asli dari negara Indonesia melainkan dari negara Amerika Serikat.
Daun nanas mengandung banyak serat yang cukup potensial untuk dijadikan bahan baku utama dari pabrik tekstil  maupun non tekstil dan di Indonesia sebenarnya sangatlah potensial karena lahan dari tanaman nanas tersebut lebih dari 80hektar, kelebihan dari serat nanas tersebut  adalah serat yang sangat kuat, tipis, halus dan mudah untuk merawatnya.
Daun nanas mempunyai lapisan luar yang terdiri dari lapisan atas dan bawah.  Diantara lapisan tersebut terdapat banyak ikatan atau helai-helai serat (bundles of fibre) yang terikat satu dengan yang lain oleh sejenis zat perekat (gummy substances) yang terdapat dalam daun.  Karena daun nanas tidak mempunyai tulang daun,  adanya serat-serat dalam daun nanas tersebut akan memperkuat daun nanas saat pertumbuhannya.  Dari berat daun nanas hijau yang masih segar akan dihasilkan kurang lePengambilan serat daun nanas pada umumnya dilakukan pada usia tanaman berkisar antara 1 sampai 1,5 tahun. 
Serat yang berasal dari daun nanas  yang masih muda pada umumnya tidak panjang dan kurang kuat.  Sedang serat yang dihasilkan dari tanaman nanas yang terlalu tua, terutama tanaman yang pertumbuhannya di alam terbuka dengan intensitas matahari cukup tinggi tanpa pelindung, akan menghasilkan serat yang pendek kasar dan getas atau rapuh (short, coarse and brittle fibre).  Oleh sebab, itu untuk mendapatkan serat yang kuat, halus dan lembut perlu dilakukan pemilihan pada daun-daun nanas yang cukup dewasa yang pertumbuhannya sebagian terlindung dari sinar mataharibih sebanyak 2,5 sampai 3,5% serat serat daun nanas.
Dalam perkembangannya serat nanas telah banyak digunakan oleh desaigner ternama indonesia dalam menciptakan karya kreasi busana fashion sebagai subtitusi bahan baku tekstil konvensional yang sebelumnya digunakan seperti sutra, katun, jeans, dan berbagai macam bahan baku konveksi lainnya.
Tekstur serat nanas kasar mirip dengan dobi. Kain tersebut mengkilap dan biasanya terlihat sulur-sulur. Hampir semua kain mempunyai tingkatan, dan yang paling kasar sampai yang paling halus, tergantung dari pencampuran bahan dasar pada saat pembuatan kain.

Kain serat nanas sangat pas digunakan pada malam hari karena kain ini akan memberikan kehangata pada pemakainya. Selain itu kain ini juga terlihat eksklusif jadi bahan batik terbuat dari kain ini akan terlihat lebih elite dibandingka dengan bahan batik lainnya.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jenis tekstil yang sangat banyak. Hal ini disebabkan karena Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki banyak tumbuhan yang dapat digunakan untuk industri tekstil.

Oleh karena itu, banyakjenis kain yang bisa digunakan untuk batik. Pemilihan kain untuk membatik sering dikaitkan dengan kepentingan, siapa pemakainya, serta biaya yang dianggarkan.

Kekayaan batik di Indonesia rasanya mustahil ditandingi oleh negara-negara lain. Apalagi kalau Indonesia terus-menerus berkonsentrasi mengembangkan batik untuk berbagai kepentingan yang memiliki nilai ekonomis.
Sumber :
Sumber Gambar :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar